Rabu, 07 April 2010

Reka Ulang Awal Penciptaan Alam Semesta

Di sebuah terowongan sepanjang 27 km, reka ulang Big Bang dilakukan.











Gambar LHC


Selama beberapa dekade, teori Big Bang diyakini sebagai penjelasan yang paling masuk akal tentang kelahiran alam semesta. Menurut teori ini, alam semesta lahir 13,7 miliar tahun silam lewat sebuah dentuman besar.

Dentuman besar ini menyebabkan terbentuknya materi dengan kecepatan amat tinggi sehingga mengeluarkan energi yang sangat besar. Pada proses berikutnya, terbentuklan bintang-bintang, planet, dan kehidupan itu sendiri.

Kini, di sebuah terowongan sepanjang 27 kilometer di perbatasan Swiss-Prancis, sejumlah peneliti berusaha mereka ulang proses lahirnya alam semesta sebagaimana teori Big Bang. Terowongan itu terletak 100 meter di bawah permukaan tanah. Lewat reka ulang ini, para ahli berusaha mendapat pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang terjadi setelah ledakan besar itu.

Upaya reka ulang Big Bang ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan yang tergabung dalam Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN). Dan sejauh ini, hasil upaya mereka sangat menggembirakan. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil menabrakkan proton, seperti yang diperkirakan terjadi saat alam semesta terbentuk.

Mereka melakukan uji coba menabrakkan berkas proton untuk membuktikan bagaimana materi pertama kali terbentuk.Menggunakan mesin bernama Large Hadron Collider (LHC), para ilmuwan CERN menggelar percobaan ini di dalam terowongan sepanjang 27 kilometer itu.

LHC didesain untuk menghancurkan partikel sub-atom hingga partikel-partikel itu bertabrakan satu sama lain pada kecepatan yang sangat tinggi. Dengan cara itu, para ilmuwan berharap bisa ‘milihat kembali’ saat alam ini terbentuk.

Hasil yang mereka temukan dengan mesin pencampur partikel terbesar di dunia ini diharapkan memberi penjelasan yang lebih baik mengenai terjadinya alam semesta. Sejauh ini, hasil dari upaya ini sangat menggembirakan. ”Ini pencapaian yang luar biasa untuk waktu yang relatif singkat,” ujar Direktur CERN, Rolf Dieter-Heuer.

Kecelakaan
Eksperimen awal untuk mereka ulang Big Bang dimulai tahun lalu. Namun, eksperimen ini kemudian tertunda akibat kecelakaan saat percobaan pertama. Saat itu, tak lama setelah LHC diluncurkan, terjadi kecelakaan saat magnet yang digunakan rusak dan helium seberat satu ton bocor.

Tak lama setelah kecelakaan itu, fisikawan Steve Myers, memperkirakan, butuh waktu hingga 2011 sebelum CERN memiliki kemampuan untuk menabrakkan proton dengan kekuatan yang diinginkan. Namun ternyata, CERN mampu melakukan eksperimen lebih cepat dari yang diperkirakan. Eksperimen ini menghabiskan dana 10 miliar dolar AS dan melibatkan ilmuwan dari puluhan negara.

Sebelumnya, para ilmuwan CERN melakukan serangkaian percobaan serupa. Namun, percobaan itu gagal karena LHC tidak mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk menabrakkan partikel sebesar energi saat Big Bang terjadi.

Kini, para ahli sedang berupaya meningkatkan intensitas tabrakan partikel itu untuk mengetahui apa yang terjadi. Mereka juga sedang berupaya mencari keberadaan partikel sub-atom yang dinamakan Higgs boson, yang diperkirakan ada namun belum bisa dibuktikan keberadaannya. Eksperimen berikutnya akan dilakukan sebelum akhir tahun ini.Fabiola Gianotti, juru bicara tim peneliti Atlas menyebut, upaya reka ulang Big Bang ini sebagai sesuatu yang sangat bersejarah. bbc/reuters, ed: wachidah

Rekor Dunia Baru

Large Hadron Collider (LHC), mesin buatan para ilmuwan Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN), menorehkan rekor dunia baru dalam kecepatannya menabrakkan proton. Pekan lalu, LHC yang merupakan akselerator energi terbesar di dunia berhasil meningkatkan kecepatannya dalam menabrakkan proton dengan energi sebesar 1,18 TeV (teraelektronvolt).

Rekor dunia sebelumnya dipegang oleh Fermi National Accelerator Laboratory’s Tevatron. Pada 2001, laboratorium di Amerika Serikat ini melakukan percobaan dengan kekuatan 0.98 TeV. Satu TeV setara dengan energi yang digunakan lalat untuk terbang, sementara CERN ingin bisa mencapai energi maksimal 7,0 TeV atau triliunan elektronvolt untuk bisa melakukan reka ulang Big Bang.

Pada 2010 LHC ditargetkan bisa mencapai energi 3,5 TeV dan mendekati 5 TeV pada pertengahan tahun depan. ”Dengan kekuatan sebesar 3,5 TeV kita bisa membuka jendela baru ilmu fisika, dan itu bisa terjadi tahun depan,” ucap Direktur CERN, Rolf-Dieter Heuer.

Percobaan ini berupaya mengungkap teka-teki besar dalam dunia fisika mengenai ‘partikel gelap’ atau ‘energi gelap’ yang menguasai 96 persen kosmos, juga untuk mengungkap adanya dimensi lain dalam kehidupan kita. Partikel Higgs bosson, yang diduga nyata keberadaannya, disebut-sebut sebagai ‘partikel Tuhan’ yang menjelaskan bagaimana partikel menghasilkan massa.

Republika, 03 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar